Rabu, 28 Desember 2016

Memulai yang Baru di Akhir Tahun


Innalillaahi wa inna ilaihi roji'uun ...
(untuk kisah-kisah di 26 tahun silam, baik bahagia maupun yang teramat menyedihkan..

Bismillaahirrahmaanirrahiim ... 
(untuk kisah baru yang akan tertulis selama beberapa waktu ke depan ataukah ... cerita ini hanya berakhir disini saja, jodoh kepada Ajal tak ada yang tahu kan...)

Apakabarnya blog ku??

Well, ini hari ketiga Big Boss tidak ke kantor, tanpa konfirmasi pula ke bawahannya, yah tidak ada kerjaanlah ... tapi bukan itu masalah sih, cukup bagus juga, hehehe

Saat ini cuman mau share pengalaman "hati" yang sering "menyimpan namun tak yakin", ambigu atau bingung?? iya, saya juga demikian

Pernah saya mendengar sebuah kalimat bijak,
"mencintai secukupnya, membenci secukupnya juga, biar kalau kehilangan, ndk perih terasa" 

Cerita pertama:
Hmmm.. apa jadinya ketika niat baikmu langsung tertolak sebelum kau mengucapkannya?
Begitulah yang pernah dialami di awal tahun 2016.
Ingin hati menghalalkan hati kepada seorang adik. Tapi ditolak mentah2. Malah ada ULTIMATUM dari beliau, yah untuk jaga perasaan, saya hormati. Sampai saat ini masih ada pertanyaan yang belum ketemu jawabannya, karena jawaban tersebut masih ada di dalam hati adik tersebut..
#miris #LostContact

Cerita kedua:
Baru saja terjadi beberapa hari sebelum saya nge-post di blog ini.
Mungkin terdengar latah jika alasanku untuk nikah adalah karena sahabat karibku sudah ada beberapa yang sudah melewati fase tersebut.
Namun ada hal yang perlu diluruskan, ini dikarenakan diusia 26 merupakan usia standar awal untuk memulai sebuah keluarga.
Beberapa tahun yang lalu saya mengenal seorang junior ketika SMA (satu ekskul)  yang pendiam, saya sering makan bakso di rumahnya, yah karena ayahnya jualan bakso, warungnya besar, kebetulan kampus juga dekat rumahnya. Cukup lama (beberapa tahun) saya ngobrol2 via bbm/wa/line (karena dia kuliahnya di Solo). Pernah saya kode dia dengan pengetahuan agamanya tentang pernikahan, dia sangat paham walaupun baru belajar, hal tersebut saya membuat yakin untuk memilihnya. Tibalah saatnya untuk yakinkan dia namun hasilnya bikin remuk, untuk memulai percakapan saya kadang memanggil dengan sebutan nama kecilnya namun apa daya ketika yang membalas cuitanku adalah suaminya, ku alihkan pembicaraan dengan info yang tak penting,, #miris

Hmmm,,, ini patah hatiku yang keberapa yaa, hahaha....

Yah sepenuhnya, tanggungjawab besar di depan mata, mungkin sang pencipta masih mau melihat berusaha,,

well, cintai dan benci kepada seseorang itu SECUKUPNYA saja...